Pohon Karir
Konsep Dasar BK Karir
Pohon
karir merupakan media bimbingan dan Konselinguntuk memudahkan konseli
dalam memahami prospek karir setiap kelompok peminatan,Pohon karir
diharapkan siswa dapat menggapai
cita-citanya baik dalam mengambil keputusan memilih bekerja atau kuliah, dan
rasa percaya dirinya meningkat.
Langkah awal dalam membuat pohon
cita-cita ini dengan pembagian kelompok secara acak, sehingga siswa dapat lebih
banyak berinteraksi dan sharing bersama. Setelah kelompok terbentuk dipilih
ketua, dan setiap kelompok harus menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan dan
yang dipilih untuk membuat “pohon cita-cita” sesuai dengan kesepakatan
masing-masing kelompok.
Masing-masing siswa harus menulis
cita-cita dan harapannya dalam jangka panjang yang ingin diraihnya, seperti
ingin bekerja disalah satu perusahaan ternama di Tanjung Enim atau masuk masuk
ke Perguruan Tinggi Negeri dll.
Disinilah kemudian guru mengamati cara kerja, komunikasi siswa, upaya
saling menghargai dan cara mengambil keputusan masing-masing siswa dalam
kelompok, dan yang terpenting adalah mendokumentasikan dan merekap setiap tulisan yang ditulis di pohon
cita-cita sebagai komitmen siswa. Dari hasil evaluasi diketahui siswa yang
komitmen atas impiannya, dan mampu
mengeksplorasi cita-cita karena semua terlibat dan berperan aktif.
Hasil dari karya cipta ini adalah
mengetahui berbagai cita dan harapan siswa dalam jangka panjang, kekompakan
yang terjalin, hasil akhir yaitu melatih siswa dalam membuat rencana kerja ke
depan. Setelah selesai, guru memberikan contoh membuat rencana kegiatan jangka
pendek, jangka menengah dan jangka panjang dalam bentuk format sederhana supaya
hasilnya memuaskan. Kemudian siswa diminta mengekplorasi perasaan yang dialami
selama menulis cita dan harapannya di pohon harapan. Disinilah lalu guru
menganalogikan dan menghubungkan dengan keadaan siswa kelas yang sebenarnya
terjadi. Perlahan dan pasti siswa mulai memahami dan memperbaiki diri untuk
meraih impian dan harapan dan bekerja sama antar teman.- Program bimbingan karir hendaknya memiliki tujuan untuk merangsang perkembangan pendidikan siswa.
- Setiap siswa hendaknya memehami bahwa karir itu adalah sebagai suatu jalan hidup dan pendidikan adalah sebagai persiapan untuk hidup.
- Siswa hendaknya dibantu dalam mengembangkan pemahaman yang cukup memadai terhadap diri sendiri dan kaitanya dengan perkembangan social pribadi dan perencanaan pendidikan karir.
- Siswa perlu diberikan pemahaman tentang dimana dan mengapa mereka berada dalam suatu alur pendidikanya.
- Siswa dalam keseluruhan hendaknya dibantu untuk memperoleh pemahaman tentang hubungan antara pendidikanya dan karir.
- Setiap siswa pada setiap tahap program pendidikanya hendaknya memiliki pengalaman-pengalaman yang berorientasi pada karir secara berarti dan realistic.
- Setiap siswa hendaknya memilih kesempatan untuk menguji konsep, berbagai ketrampilan dan perananya guna mengembangkan nilai-nilai dan norma yang memiliki aplikasi bagi karir dimasa depanya.
- Program bimbingan karir disekolah hendaknya diintegrasikan secara fungsional dengan program pendidikan pada umumnya dan program bimbingan konseling pada khususnya.
- Program bimbingan karir disekolah hendaknya berpusat dikelas dengan koordinasi oleh pembimbing disertai partisipasi orang tua dan kontribusi masyarakat
- Memiliki pemahaman diri (kemampuan, minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan.
- Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir.
- Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun, tanpa merasa rendah diri, asal bermakna bagi dirinya, dan sesuai dengan norma agama.
- Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita karirnya masa depan.
- Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir, dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan, kemampuan (persyaratan) yang dituntut, lingkungan sosiopsikologis pekerjaan, prospek kerja, dan kesejahteraan kerja.
- Memiliki kemampuan merencanakan masa depan, yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan kondisi kehidupan sosial ekonomi.
- Dapat membentuk pola-pola karir, yaitu kecenderungan arah karir. Apabila seorang konseli bercita-cita menjadi seorang guru, maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut.

0 komentar:
Posting Komentar